Sunday, September 21, 2014

1984 by George Orwell


1984
by George Orwell


Paperback, 390 pages

Published 2014 by Bentang Pustaka


Terpikir olehnya bahwa pada saat-saat krisis seseorang bukanlah melawan musuh dari luar, melainkan selalu melawan tubuhnya sendiri. 
PERANG IALAH DAMAI
KEBEBASAN IALAH PERBUDAKAN
KEBODOHAN IALAH KEKUATAN

yang diatas itu adalah slogan dari Oceania yang merupakan hasil dari pikir-ganda (double-think)
di tahun 1984, dunia dikuasai 3 pemerintahan besar, Oceania, Eastasia, Eurasia, yang saling berperang satu sama lain
di kota (yang dikenal sebagai) London, hidup seorang anggota partai kelas menengah bernama Winston Smith

buku ini bercerita tentang kehidupan Winston dan keinginannya untuk memberontak terhadap partai, walaupun semua orang yang menjadi anggota partai, hidupnya terpantau 24 jam sehari melalui teleskrin yang dipasang oleh partai di semua sudut tempat, baik itu di rumah atau pun di tempat umum… sehingga tidak ada hal sekecil apapun yang luput dari pantauan partai…

sudah bisa dipastikan pemberontakan Winston ketauan… :d

buku ini aku dapat sebagai hadiah GA dari Ayu Puspita Sari
sebelumnya, sekali2 kadang buku ini muncul sebagai salah satu dari buku yang harus dibaca (suatu saat), eh pas banget menang GA…

tadinya agak ragu2 mau baca atau gak… karena kaya'nya buku ini cukup berat tapi kata pengantarnya menarik banget… dan setelah selesai rasanya it's not my cup of tea…

entah ya… apa karena aku gak nangkep pesan ceritanya, atau aku gak bisa menikmati ceritanya itu sendiri…
tapi yang jelas, kalo menurutku pribadi… itu terjemahannya ganggu banget…
kaya' belajar sastra… banyak banget istilah2 atau kata2 yang gak umum dipakai sehari2… yang entah artinya apa… aku males mau cari tau, jadi kaya' klo baca buku bahasa Inggris yang aku gak tau artinya dan males buka kamus, aku skip aja, yang penting intinya ngerti lah… :d

seolah2 si penerjemah (no-offense) ingin "muncul" dalam bentuk kata2 aneh itu…
mungkin memang pengetahuan kosa-kata bahasa Indonesiaku sangat minim atau dulu kurang nyimak pelajaran bahasa Indonesia, tapi serius itu banyak banget kata2 yang aku gak tau artinya…

lalu kadang2 ada juga sempalan [ini salah satu kata yang sering muncul], hehe salah, maksudku… selipan, kata2 bahasa Jawa… yup! i'm not kidding… salah satunya adalah kata "mlungker" di halaman 313…
yaa… aku gak tau juga sih mungkin mlungker sudah jadi kata serapan di bahasa Indonesia…
ada juga kata "mencungul" di halaman 316… seingatku sih mencungul itu dalam bahasa Banjar artinya muncul… hihi…

aku merasa si penerjemah bener2 egois, seolah dia cuma pengen pamer dengan penguasaan bahasa Indonesia dia yang super keren dan up-to-date, tapi lupa bahwa kebanyakan pembaca itu cuma pengen menikmati buku yang dia baca, bukan untuk belajar bahasa dan sastra sambil baca buku…

yaaahhh… ini sih cuma pendapatku si pembaca awam yang lebih sering baca roman picisan daripada karya sastra, jadi mungkin otakku yang kurang prima untuk bisa mencerna dan mengerti kata2 asing itu…

salaman dulu deh sama penerjemahnya… Bang Landung Simatupang, horas!

jadi karena segala macam keterbatasan di atas, aku cuma kasih 3 bintang untuk buku ini…

once again, Ayu... makasih banyak ya untuk hadiahnya… :3

No comments:

Post a Comment